Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Khalifah in News’ Category

20120626-002129.jpg

Advertisements

Read Full Post »

Di kalangan masyarakat Indonesia, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) masih jadi profesi bergengsi dan paling diminati. Tetapi tidak bagi perempuan bernama lengkap Nuha Uswati yang mengundurkan diri setelah lima tahun menjadi PNS Dinas Pariwisata Provinsi Banten pada 2011 lalu.

Nuha mengaku, keputusan dirinya m­e­le­paskan jabatan PNS tidak mem­buat­nya menyesal. “Sebelum resign me­mang men­jalani dua pekerjaan yakni PNS dan di TK Khalifah. Tetapi setelah dipikirkan akhirnya saya memilih fokus membesarkan Khalifah. Dalam me­ngerjakan sesuatu tidak boleh setengah-setengah. Ini pekerjaan yang saya inginkan karena tidak menyita banyak waktu dan bisa dikerjakan di rumah,” aku Direktur Utama Khalifah In­donesia ini.

Nu­ha yang ditemui di ruang kerja TK Khalifah Tauhid dan En­trepeurship, Sempu, Kota Serang, Rabu (22/2) ini bercerita ten­­tang pekerjaan yang ditekuni saat ini. “Pada 2010 saya ikut seminar 7 Keajaiban Rezeki yang disampaikan pak Ippho Santosa. Saat itu, dia bercerita tentang TK Khalifah yang ditangani namun saat itu baru tujuh TK yang ada di seluruh In­do­nesia dan per­tama kali didirikan di Batam pada 2008. Setelah bergabung kami berdua belajar otodidak mem­be­sarkan TK Khalifah. Pada Juli 2011, baru ada tim manajamen yang me­­ngurusi. Nama besar beliau yang ikut mem­besarkan bisnis ini. Biasanya lew­at seminar dan banyak yang tertarik,” ujar alum­ni D3 bahasa Perancis Uni­ver­sitas Indonesia ini.

Saat ini, ada 75 TK Khalifah tersebar di seluruh Indonesia. Ketekunannya da­lam men­jalankan bisnis pendidikan ini mem­buahkan hasil. Pada 2011, TK Khalifah mendapatkan dua penghargaan yakni the mar­ket leader franchise dan business opportunity pendidikan anak category 2011 dan the fastest growing franchise dan business opportunity pendidikan anak category 2011. “Ada enam TK yang saya kelola langsung di Ban­ten yakni Sempu, Ciracas, Metro Ci­legon, Bumi Mutiara Serang, Taman Royal Tangerang, dan Karawaci Residence Tan­­gerang. Kalau di Banten ada 12 ca­bang,” kata wanita kelahiran Serang 28 September 1979 ini. Nuha menuturkan, bersama tim ma­na­ja­mennya terus me­ning­katkan kualitas pe­layanan.

Ada tiga pedoman yang selalu ia lakukan agar bisnis yang ditekuni berjalan mak­simal. “Pertama, mastery yakni saya harus memahami atau membekali diri dengan ilmu, membuka jaringan, wawasan yang dibantu oleh para tim ahli dan konsultan. Kedua, sys­temized yakni TK yang di­dirikan harus memiliki sistem yang bagus dan standar ope­­­rasional pro­sedur (SOP) yang seragam. Maxi­mized yakni optimal dalam memberikan pe­la­yanan baik di ku­ri­kulum, kon­ten, pe­la­yanan se­­hingga ber­beda dengan TK yang lain,” tutur anak ke­empat dari lima ber­sau­dara ini. Nuha berharap, pada 2012 ini target bisa tercapai. “TK Khalifah men­capai 100 dan standar di seluruh Indonesia bisa seragam. Saat ini terus berupaya me­ning­katkan service level dan me­mantau per­kembangan agar pelayanan mak­simal,” harap Nuha.

Read Full Post »

 

Pemberitahuan:

TK Khalifah seluruh Indonesia telah membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2012/2013. Kepada Ayah dan Bunda yang ingin mendaftarkan ananda tercinta silahkan datang atau menghubungi TK Khalifah yang terdekat di kota-kota seluruh Indonesia. Alamatnya terdapat di Blog ini dan juga di www.tkkhalifah.com

 

 

Read Full Post »

Zaskia Sungkar Bergabung Mendirikan TK Khalifah

Zaskia Sungkar Bergabung Mendirikan TK Khalifah

Bekerja di dunia hiburan memang nggak menjamin akan dapat bertahan abadi, makanya banyak selebriti yang membuat ‘ladang penghasilan’ diluar dari pekerjaan yang digelutinya saat ini.

Salah satu artis yang kini juga ikut membuka bisnis baru adalah Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Pasangan suami istri ini ternyata sudah prepare membuat sebuah usaha sebagai sidejob sekaligus sumber penghasilan lain untuk masa depan mereka. Uniknya, Irwan dan Zaskia mengelola usaha baru di bidang pendidikan. “Sekarang sudah ada di TK, playgroup, sama ada penitipan anak juga., disini namanya TK KHALIFAH. Belum selesai dibangun, cuma ya sudah beberapa persen, yah 80 persen. Tinggal launching sama dibere-beres di dalam,” ucap Irwan dan Zaskia.

Diakui Zaskia, keputusannya membuka taman kanak-kanak ini dilakukan selain karena desakan sang ayahm namun juga karena kepeduliannya kepada pendidikan. Zaskia ingin mencerdaskan anak-anak bangsa sejak dini. Sebagai suami, Irwan mengaku akan terus mendukung Zaskia apalagi niatan luhur yang dilakukannya jarang dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, dengan dukungan dari orangtua dan suami, Zaskia sangat bersemangat mengelola bisnis barunya ini. “Ya kalau aku support banget ya, maksudnya ini kegiatan yang positif, lain sama restoran, lain sama apapun. Ini kan pahalanya gede juga, ya maksudnya buat duniawinya lumayan juga dari uang pangkal anak sekolah, ya pasti ngedukung banget,” ucap Irwan.

Menurut penjelasan Zaskia, sejak awal ia sudah tertarik untuk membuka usaha dibidang pendidikan lantaran semua orang pasti membutuhkan pendidikan. Melihat peluang bisnis ini tanpa pikir panjang Zaskia pun langsung menerima tawaran tersbeut. “Ya, waktu papa promosiin ke aku sama adik aku, bilangnya kan bagus kalau bikin TK. Pas aku pikir-pikir, iya juga sih daripada bisnis yang lain, bisnis education tuh sampai kapanpun insya Allah pasti semua orang membutuhkan edukasi. Jadi, ya sudah, sangat excited banget waktu pertama ditawarin,” imbuh kakak Shireen Sungkar itu.

Read Full Post »

Sumatera Ekspress, Palembang. Senin, 28 Februari 2011

Kegiatan Business Day Taman Kanak-kanak (TK) Khalifah plus Play Group dan penitipan di Perumahan Bukit Bunga Indah F-10, Kelurahan Kebun Bunga, Sukarami, menjadi kurikulum pembelajaran. Para siswa langsung praktik bagaimana menjadi seorang pedagang sungguhan.
Pengamatan Sumatera Ekspres dalam kegiatan Business Day, Jumat dan Sabtu lalu, TK Kkalifah disulap menjadi pasar. Layaknya Pasar 16 Ilir, Pasar Cinde dan sebagainya, pembeli dan pedagang yang semuanya siswa TK tersebut, saling berbincang melakukan penawaran barang dan harga.
Barang yang dijual meliputi, mainan anak, aksesori berupa gelang, bando dan cincin mainan. Kemudian ada makanan ringan seperti chiki dan snack, minuman botol, susu, donat, bolu, pempek, tas, telur hias dan es buah yang tersedia.
Kegiatan itu, sekaligus terkait momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Ini dilakukan, untuk meneladani sikap Nabi sebagai seorang pedagang yang sukses. bukan hanya untuk dunia melainkan juga untuk akhirat,” ujar Oktalia Anggiasasi IH, ketua Yayasan TK Khalifah 16. Dalam kegiatan tersebut, juga diajarkan dan praktik langsung untuk lebih memahami perdagangan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Apalagi, Nabi Muhammad sudah mulai mengembala dan menghasilkan uang di usia 6 tahun dan mulai berdagang pada usia 12 tahun. “Yang diteladani adalah sikap ramah dengan pembeli, jujur, persaingan yang sehat, saling bantu antarpedagang, selalu bersyukur dan menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat dalam bentuk sedekah,” bebernya.
Nah, pemberian pelajaran Business Day sejak dini diharapkan dapat menimbulkan semangat wirausaha dan menanamkan cita-cita menjadi pengusaha. “Ini jadi salah satu tugas TK Khalifah dengan membuat anak-anak bercita-cita menjadi pengusaha,” kata Lia. Dalam Business Day tersebut, nilai harga barang yang dijajakan antara Rp1.000-Rp5 ribu. Sebelumnya, siswa yang ikut kegiatan tersebut, melakukan shlata dhuha bersama yang identik dengan shalat rezeki. “Nah, setelah mereka melakukan jual beli, kita mengajarkan agar mereka bersedekah dari hasil keuntungan yang didapat dalam perdagangan mereka,” tambahnya.

Kegiatan tersebut, juga ditentukan siswa-siswi terbaik. Yakni, The Best Kid Entrepreneurship diraih oleh Taki (TK A), Favorit Kid Entrepreneurship oleh Deva (TK B) dan sebagai The Best Costumer adalam Winda (Playgroup). “Penilaian berdasarkan keramahan, sopan santun, Islami dan sebagainya. Sedangkan untuk konsumen terbaik, penilaian berdasarkan pembelian secara islami atau saling menguntungkan dan tidak merugikan pedagang,” tukasnya.
Sekadar diketahui, TK Khalifah ini berdiri sejak 2007 lalu dibawah naungan Yayasan Khalifah Generasi Emas di Batam. Kemudian berkembang menjadi 4 cabang di Batam dan kini sekitar 30-an cabang di Indonesia. Pendirinya adalah Ippho Santosa, seorang pelopor otak kanan, penerima MURI Award dan penulis buku-buku mega-bestseller.

Read Full Post »

“Mantaaap! Dari dulu saya sudah yakin sama Mas Ippho dengan konsep TK Khalifah-nya. Dan dari awal, saya sudah mendoakan. Alhamdulillah, berkembang seperti sekarang.”

(Ust. Yusuf Mansur, Pendiri Wisata Hati)

“Kecil-kecil sudah bercita-cita jadi entrepreneur. Yang soleh lagi. Hanya di TK Khalifah.”

(Hendy Setiono, Pendiri Ratusan Cabang Kebab Turki)

“Jika kita tanya anak kecil: ingin jadi apa? mayoritas menjawab “ingin jadi dokter”. TK Khalifah ingin merubah ruang pikir yang kosong di negeri ini “mencetak entrepreneur-moslem” karena kekuatan itulah yang akan dapat mengangkat bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kaya, Insya Allah”

(Zaskia & Shireen Sungkar (The Sister)

Read Full Post »

Kutipan dari Riau Pos
Ippho Santosa & Ustadz Yusuf Mansyur

Ippho Santosa & Ustadz Yusuf Mansyur

Ingin pertumbuhan rezeki senantiasa meningkat? Banyak orang menjawabnya iya. Menurut motivator bisnis Ippho Santosa, cara efeftif untuk itu adalah melalui perdagangan dan sedekah. Mas Ippho – begitu motivator kelahiran Pekanbaru itu akrab disapa – mengungkapkan rahasia tersebut dalam Seminar 7 Keajaiban Rezeki di Pekanbaru, Ahad (6/6). Perputaran uang juga akan terjadi melalui dua cara itu. Dua hal tersebut juga diajarkan agama. Nabi dan para sahabat meneladani bahwa perdagangan dan sedekah merupakan dua hal yang tidak ditinggalkan Bahkan disebutkan, banyak pintu rezeki berasal dari perdagangan. ‘’Tidak heran delapan dari 10 sahabat nabi yang dijamin syurga adalah orang-orang kaya. Nabi juga seorang yang kaya tapi hidupnya sederhana,’’ ujarnya di depan 250 peserta seminar.

Diungkapkannya, tidak ada perintah agama menyuruh untuk menjadi orang miskin. Justru perintah agama menganjurkan sebaliknya, misalnya untuk zakat, infak, haji dan lainnya. Ibadah-ibadah tersebut menyiratkan seorang muslim mesti kaya. ‘’Kalau tidak, bisa jadi sebaliknya. Tidak bisa zakat, maka dizakati,’’ ungkap Ippho. Selain melalui perdagangan, cara kedua melipatkan rezeki adalah dengan bersedekah. Disebutkannya ada hukum horizontal yang berlaku. Jika ingin dapat duit banyak maka banyak pula menyedekahkan duit. ‘Hukum ini berlaku bagi semua orang. Lalu ada yang bertanya, rezeki saya kok sedikit? Karena sedekahnya sedikit. Ibarat memukul garputala, maka suara yang kembali kecil, coba pukul gong, maka suara yang kembali juga besar. Makanya sedekahnya harus banyak, maka yang akan kembali banyak. Duit yang disedekahkan itu akan mengajak teman-temannya kembali ke kita,’’ katanya bertamsil.

Perdagangan dan sedekah tak cukup untuk melipatgantikan rezeki, perlu juga doa dan shalat dhuha, karena shalat di waktu dhuha tersebut memiliki keutamaan menambah rezeki. Untuk itu Ippho memiliki rumus D1 + D2 + D3 + D4 + = D5 + D6 (Dagang + Doa + Dhuha + Derma = Duit + Dahsyat). Dikemukakannya, ada orang bertanya ia telah banyak bersedekah tapi rezekinya tidak bertambah-tambah. Menurutnya pernyataan itu salah. Karena Allah senantiasa membalas tunai setiap apa yang manusia sedekahkan. ‘’Hanya saja kita tidak mengetahui balasan rezeki apa kita terima. Bisa jadi, kesehatan, terhindar dari kecelakaan adalah balasan dari sedekah yang kita berikan,’’ tambah motivator yang bermastautin di Batam ini.

Dalam seminar yang ditaja Komunitas Pencinta Sedekah dan TAMAN KANAK-KANAK (TK) KHALIFAH (lembaga pendidikan milik Ippho Santoso yang saat ini memiliki franchise di berbagai kota di Indonesia, termasuk Pekanbaru) ini, Ippho Santosa mengajak peserta untuk mempraktekkan ilmu sedekah tersebut. Saat akhir seminar terkumpul sedekah berupa uang dan barang seperti 10 jam tangan, empat cincin emas dan 1 handphone dan dua blackberry Ippho juga melelang Al-Quran dan jas miliknya. Al-Quran dihargai peserta dari Pekanbaru hingga angka Rp10 juta dan jas dihargai peserta dari Bukittinggi dengan tawaran tertinggi juga Rp10 juta. Total uang dan barang terkumpul plus keuntungan seminar tersebut mencapai Rp50 juta.

Seluruh sedekah dan hasil lelang tersebut akan disalurkan oleh Komunitas Pencinta Sedekah ke berbagai lembaga yang memerlukan. Pencinta Sedekah adalah komunitas yang dibentuk oleh para facesbooker. Komunitas ini terbuka dan dapat diikuti melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter di akun Komunitas Pencinta Sedekah.

(Pada TK Khalifah, diajarkan Praktek Sedekah Setiap Minggu bagi seluruh murid)

Read Full Post »

Older Posts »