Feeds:
Posts
Comments

 

Pemberitahuan:

TK Khalifah seluruh Indonesia telah membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2012/2013. Kepada Ayah dan Bunda yang ingin mendaftarkan ananda tercinta silahkan datang atau menghubungi TK Khalifah yang terdekat di kota-kota seluruh Indonesia. Alamatnya terdapat di Blog ini dan juga di www.tkkhalifah.com

 

 

Advertisements
7 KEAJAIBAN REZEKI, Palembang 26 feb 2012

7 KEAJAIBAN REZEKI, Palembang 26 feb 2012

Temu Nasional EA 2011

Temu Nasional EA 2011

Pentingnya Networking dalam Bisnis 

Oleh : Jaya Setiabudi
Kecepatan bisnis Anda berkembang tergantung dari seberapa besar dan kualitas jaringan yang Anda miliki. Coba amati, seringkali peluang kita ada di tangan orang lain, sebaliknya peluang orang lain di tangan kita. Nah, bagaimana cara kita mendapatkan peluang yang di tangan orang lain tersebut ?
Networking! Ya pertemanan! Tapi coba amati, apakah mereka biasanya meminta ‘success fee‘? Biasanya iya. Biasanya mereka pemegang kartu peluang kita. Seringkali mereka meminta persentasi kepada kita 5-10%, bahkan lebih, tergantung nego. Baik. Anggap saja Anda ikhlas memberinya. DEAL 10%!
Suatu saat, Anda mungkin memegang kartu peluang orang lain, yang bukan core bisnis Anda. Bagaimana sikap Anda? Misalnya, peluang itu adalah peluang bagi si B yang tadinya mendapat success fee 10% dari Anda. Apa sikap Anda kepada dia? Wajar jika Anda akan perlakukan hal yang serupa, yaitu minta success fee (alias fee makelar), mungkin sebesar 10% juga.
Nah, kisah pun berlanjut. Beberapa bulan kemudian, B mendapat peluang untuk bisnis Anda. Apakah ia akan menawarkan kepada Anda? Dapat dipastikan, iya. Tapi… 10% dulu… Nah, tiba-tiba ada si C yang mendengar kabar peluang itu, dia menawar ke B, dengan fee 20% !!! Menurut Anda, apakah si B masih akan memberikan kepada Anda dengan deal 10%? Belum tentu… 20% lebih menggiurkan tentu saja. Nah, pertemanan seperti itu disebut jaringan bisnis murni. Menguntungkan berteman, tidak menguntungkan, tendang.
Coba amati skenario kedua. Misalnya, Anda mendapat peluang si B, kemudian diberikan secara CUMA-CUMA. Apa reaksi B?
B          : “Bro, berapa persen nih feenya?
Anda    : “Udah! Buatmu saja! Itu rezekimu koq. Cuma lewat tanganku saja.”
Waktupun berlalu. Hingga suatu saat, B mendapat info peluang untuk usaha Anda. Bagaimana kira-kira sikap B?
B          : “Bro, this is for you, Man!!!
Anda    : “Berapa persen gue hrs kasih lo?”
B          : “Jangan gitulah. You are my real Brader, FREE for you!!!
Kira-kira kalau C menawar peluang itu dengan fee 20%, apa akan diberi oleh B? InsyaAllah tidak. Jika pun iya, ya ikhlaskan saja!
Brosis, bayangkan! Andaikan kartu-kartu peluang yang berceceran itu diletakkan di satu milis persaudaraan bisnis kita, seperti apa kemakmuran berjamaah yang akan kita dapatkan? Peluang akan lebih cepat kita dapat dan olah dan setiap dari kita tak perlu sibuk MENCARI peluang, tapi cukup MEMUNGUT peluang. Setiap dari kita tak perlu menjadi MC LARREN alias MAKELAR! Tapi menjadi DERMAWAN PELUANG kepada orang lain.
Tak ada lagi orang datang ke Komunitas/Asosiasi yang bertanya, “AKU BISA DAPAT APA DISINI?” Tapi kita datang ke Asosiasi bertanya,”APA YANG BISA KUBAGI DISINI…?” Ini baru “Indahnya berbagi”. Apa jadinya dunia seperti itu? Sangat berkelimpahan, tanpa sikut-sikutan.
Lebih dari 10  tahun yang lalu, ada sebuah organisasi Islam yang ditakuti oleh pemerintah Malaysia, bernama Al Arqom. Kenapa ditakuti? Karena organisasi itu sangat mandiri dalam hal perekonomian, berkelimpahan, menjadi solusi perekonomian. Mereka memiliki semacam janji, akan mengutamakan kesejahteraan jamaah mereka, antara lain melariskan usaha sesama jamaah. Jadi, jangan kaget! Siapapun yang masuk di sana, bukannya saling sikut, tapi saling bantu TANPA FEE!!! Tapi dengan KASIH.
Pertanyaannya, di zaman seperti ini, di mana Anda bisa mendapatkan jaringan seperti itu? Kami pun tujuh tahun yang lalu desperate dengan hal itu. Kenapa? Setiap organisasi yang kita masuki, tak tulus untuk berbagi. Jika organisasi sudah besar dan punya kuasa, mulai lekat iklim politisnya. Seolah jadi kendaraan menuju tahta. Banyak juga orang yang BANGGA menjadi bagian dari suatu Organisasi, tapi jarang yang MEMBUAT BANGGA Organisasi.
Berangkat dari semangat berbagi, kami, 11 orang, antara lain : Jaya Setiabudi, dr. Eric Soeroso, SpOG, Wahsisto Brojoseputro, Ippho Santosa, Ir. Febriansyah, Nur Widyawati, Witono, Andri Hidayat, Elmi Ck Ong, Willy, dan Kwet Fui mendirikan Entrepreneur Association (EA) pada tanggal 14 Februari 2005. Informalnya dimulai sejak bulan Agustus 2004 di Kota Batam.  Dari pertemuan rutin dua mingguan, sharing bisnis, dan terapi bicara positif. Mulai dari 4 orang, 5 orang, 10 orang, 20 orang, hingga ratusan orang di kota Batam. Kemudian merambah ke belasan kota di Indonesia. Nah, terfikirlah cara agar “Jaringan Ketulusan Berbagi” ini supaya bisa meluas ke seluruh Indonesia.
Kami pun memutuskan untuk diadakan Temu Nasional EA Se-Indonesia di Bandung pada tanggal 3 s.d. 5 Oktober ini. Apa agendanya? Selain rapat pengurus (khusus) di hari pertama, ada juga FullDay Seminar Spektakuler (umum) yang sangat langka. Ada juga kunjungan industri ke pabrik kaos C-59 dan pabrik Ina Cookies di Bandung. Seru abiz deh. Mau tau siapa aja yang bicara di seminar nanti? Dijamin PRAKTISI PENGUSAHA! Ini daftarnya :

Fullday Seminar dengan tema “Tips dan Trik : Dongkrak OMSET, Gandakan PROFIT”. Hadirkan praktisi-praktisi beromset MILIARAN/bulan. Siapa saja mereka?

1. Denni Delyandri (@Dennivilla), Owner Kek Pisang Villa, Oleh-oleh Khas Batam, Pemenang WMM 2008.

2. Reza “Axl” Nurhilman (@AxlTwentyNine), Presiden @InfoMaicih, penjual keripik pedas dengan bantuan sosial media.

3. Danny Baskara (@DannyBaskara), Admin dan Owner @Kata2Bijak, http://www.evoucher.co.id, Pakar Sosial Media dengan lebih dari 290.000 followe.

4. Arief Muhammad (@Poconggg), CelebriTwit dengan follower lebih dari 890.000. Bukunya terjual 200.000 copy hanya dalam waktu 2 minggu.

5. Rangga Umara (@RanggaUmara), Owner Franchise Pecel Lele Lela. Seminar “The Magic of Dream Book”.

6. Ippho Santosa (@IpphoRight), Owner Franchise TK Khalifah, penulis buku Mega Best Seller “7 Keajaiban Rezeki”. Seminar “Percepatan Rejeki”.

Moderatornya tidak kalah beken nih, Jaya Setiabudi (@JayaYEA) alias Juragan dan Mulia Ali Akbar, Penulis buku BOOM, 8 Dinamit Kreativitas.

Siapa mau ikutaaaaannn…..?  Yang mau ikutan, segera follow @TemnasEA2011, dapatkan info lengkapnya di sana. Kita nginep barengan di Bandung ya. Yang dari luar kota jangan takut, karena Buanyaaak Buanget temennya. Dari Pekanbaru, Palembang, Batam, Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, Bali, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, NTT dan dari kota-kota lainnya se-Indonesia. Ingat ya, yang mau tau info TEMNAS EA 2011, segera follow @TemnasEA2011.

Tiket juga bisa dibeli di Kampus YEA: Jl. Teuku Angkasa no. 26, Bandung (belakang Masjid Unpad-DU) @YEAindonesia. Sampai ketemu di Bandung ya. Yuk kita cari FORMULAnya, Bagaimana bisnis mereka bisa MEROKET dalam waktu SINGKAT!

Alhamdulillah, Senin tanggal 18 Juli 2011, telah dimulai tahun ajaran baru 2011/2012 di TK Khalifah.

Semoga apa yang kita cita-citakan semua bisa tercapai!

LAGU TAUHID

 

Hidupku Hanya untuk ALLAH

Tauladanku RASULULLAH

Baktiku untuk IBU & AYAH

Akulah ANAK KHALIFAH

 

Ingin tanya tentang Khalifah

– Alamat dan Lokasi TK Khalifah di wilayah Anda

Segera hub Khalifah CALL CENTRE —-) 0877 77792779 (Vita)

Khalifah Day Care

Khalifah Day Care

MULAI USIA 2 TAHUN

Apa Keunggulan Khalifah Day Care

– Anak Terbiasa Sholat

– Mengurangi pengaruh buruk Televisi

– Mengurangi ketergantungan pada pengasuh

– Menanamkan kebiasaan bersikap santun

– Berinteraksi dengan teman sebaya di tempat yang ideal

 

TERTARIK? Hub. TK Khalifah terdekat

Zaskia Sungkar Bergabung Mendirikan TK Khalifah

Zaskia Sungkar Bergabung Mendirikan TK Khalifah

Bekerja di dunia hiburan memang nggak menjamin akan dapat bertahan abadi, makanya banyak selebriti yang membuat ‘ladang penghasilan’ diluar dari pekerjaan yang digelutinya saat ini.

Salah satu artis yang kini juga ikut membuka bisnis baru adalah Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Pasangan suami istri ini ternyata sudah prepare membuat sebuah usaha sebagai sidejob sekaligus sumber penghasilan lain untuk masa depan mereka. Uniknya, Irwan dan Zaskia mengelola usaha baru di bidang pendidikan. “Sekarang sudah ada di TK, playgroup, sama ada penitipan anak juga., disini namanya TK KHALIFAH. Belum selesai dibangun, cuma ya sudah beberapa persen, yah 80 persen. Tinggal launching sama dibere-beres di dalam,” ucap Irwan dan Zaskia.

Diakui Zaskia, keputusannya membuka taman kanak-kanak ini dilakukan selain karena desakan sang ayahm namun juga karena kepeduliannya kepada pendidikan. Zaskia ingin mencerdaskan anak-anak bangsa sejak dini. Sebagai suami, Irwan mengaku akan terus mendukung Zaskia apalagi niatan luhur yang dilakukannya jarang dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, dengan dukungan dari orangtua dan suami, Zaskia sangat bersemangat mengelola bisnis barunya ini. “Ya kalau aku support banget ya, maksudnya ini kegiatan yang positif, lain sama restoran, lain sama apapun. Ini kan pahalanya gede juga, ya maksudnya buat duniawinya lumayan juga dari uang pangkal anak sekolah, ya pasti ngedukung banget,” ucap Irwan.

Menurut penjelasan Zaskia, sejak awal ia sudah tertarik untuk membuka usaha dibidang pendidikan lantaran semua orang pasti membutuhkan pendidikan. Melihat peluang bisnis ini tanpa pikir panjang Zaskia pun langsung menerima tawaran tersbeut. “Ya, waktu papa promosiin ke aku sama adik aku, bilangnya kan bagus kalau bikin TK. Pas aku pikir-pikir, iya juga sih daripada bisnis yang lain, bisnis education tuh sampai kapanpun insya Allah pasti semua orang membutuhkan edukasi. Jadi, ya sudah, sangat excited banget waktu pertama ditawarin,” imbuh kakak Shireen Sungkar itu.